YOUTUBE

KPU Selesaikan Rekapitulasi Suara Pemilu Dua Kecamatan Di Banyuwangi Jadi Atensi Bawaslu Dua Kecamatan Kabat dan Glagah, masing - masing Dua Laporan Di Bawaslu

$rows[judul]
(Foto/Lantaran.com)

Lantaran.com,Banyuwangi-Proses tahapan pelaksanaan pemilu di Banyuwangi oleh penyelenggara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten sesuai aturan Per-KPU Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara tingkat kabupaten terselesaikan pada Senin 04 Maret 2024 lalu.

Kegiatan rekapitulasi penghitungan pemilu KPU Banyuwangi ini selama pelaksanaan juga didampingi Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Kabupaten, meskipun rekap penghitungan rampung tidak sesuai dengan yang di jadwalkan. 

"Kalau sesuai dengan jadwal dalam tahapan pemilu rekap kabupaten digelar selama 3 hari di mulai 28 Februari selesai maksimal 02 Maret 2024, setelah itu kami hadiri rekapitulasi di Provinsi,"kata Ari Mustofa anggota Komisioner KPU Banyuwangi.

Ari juga menyampaikan faktor molornya waktu rekapitulasi penghitungan perolehan suara pemilu tidak terselesaikan sesuai dengan yang di jadwalkan, dikarenakan banyak terjadi miskomunikasi data D1 hasil rekapitulasi tingkat kecamatan tidak singkron sehingga butuh perbaikan data.

"Ya seperti inilah proses yang dinamis, karena jika masih ada data hasil dari beberapa di 25 kecamatan terdapat kesalahan dan harus diperbaiki sebelum ke provinsi,"terang ari saat dikonfirmasi wartawan.

Baca Lainnya :

Ari menyebutkan bahwa ada beberapa data dari PPK kecamatan pada saat dilakukan pengecekan ditemukan tidak singkron dengan data D1 hasil kecamatan, terdapat beberapa perbedaan data dengan data yang diserahkan kepada peserta pemilu baik partai politik maupun dari saksi calon setelah penghitungan perolehan suara rekapitulasi di tingkat kecamatan.

"Namun, alhamdulillah semua kita bisa lewati, dan rekapitulasi di hari terakhir kita selesaikan milik kecamatan Kabat, sudah klop"sebut Ari.

Sementara itu, Pelaksanaan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilu tingkat Kabupaten selain melibatkan petugas internal jajaran KPU, peserta pemilu partai politik.

Ada dua kecamatan yang cukup menguras tenaga lantaran banyaknya data tidak singkron, sehingga butuh proses cukup lama dan membuat molor tidak sesuai jadwal yang di tentukan. 

Menurut Ari dua Kecamatan tersebut yakni Kabat dan Glagah dimana dari D hasil rekap kecamatan yang disampaikan saat penghitungan tingkat Kabupaten banyak ditemukan kesalahan. 

"Terlebih milik PPK Kecamatan Kabat, meskipun sudah klop dengan data yang dipegang Panwascam ternyata tidak singkron dengan data D1 hasil yang di pegang partai,"tegas Ari.

Lantas dengan rekapitulasi penghitungan suara kabupaten ditanggapi dengan tegas oleh Ketua Bawaslu Banyuwangi Adrianus Yansen Pale menyampaikan Kabat dan Glagah menjadi atensi, dalam 13 catatan laporan dan 8 laporan lolos administrasi 2 laporan untuk Kabat dan 2 laporan Lagi untuk Kecamatan Glagah.

"Sesuai dengan laporan yang kami terima yang mencolok dan membuat gaduh di bawah dua Kecamatan itu adanya temuan dugaan kecurangan pemilu,"terang ketua Bawaslu Banyuwangi Adrianus Yansen Pale.

Baca Lainnya :

Andrianus menegaskan dengan polemik proses tahapan pemilu di Banyuwangi apapun temuan masyarakat dan menyampaikan ke Bawasalu tetap akan di proses secara hukum dan aturan berlaku.

"Kami menerima semua laporan Masyarakat, dan tetap akan kami lakukan proses penindakan dan pendalaman terkait catatan laporan selama pelaksanaan proses pemilu di Banyuwangi, Baik itu pelanggaran yang dilakukan peserta pemilu maupun pihak penyelenggara yang tidak netral dan melanggar Aturan,"tegasnya.

Dia juga menyampaikan proses laporan tetap jalan meskipun tahapan pemilu sudah sampai rekapitulasi penghitungan perolehan suara pemilu tingkat Provinsi maupun tingkat Nasional rekapitulasi penghitungan tingkatan KPU-RI.