Lantaran.com,Banyuwangi -Buntut dari laporan dari masyarakat Bawaslu Banyuwangi telah menindak lanjuti laporan Masyarakat terkait Kepala Desa Gintangan yang tidak netral.
Sebelumnya, Hardiyono kepala Gintangan sesuai dengan pengaduan Ir. Darma Setiawan kepada Bawaslu Banyuwangi pada, 11 Januari 2024 kemarin.
Ketua Bawaslu Banyuwangi Adrianus Yansen Pale mengatakan semua pihak sudah di periksa dan dimintai keterangan, baik itu Saksi, pelapor sekaligus terlapor.
"Semua pihak sudah kami periksa, dan hari ini hari ini sudah kami panggil ke Kantor untuk klarifikasi,"kata Ketua Bawaslu Adrianus ketua Bawaslu Banyuwangi kepada Lantaran.com, Selasa (23/01/2024).
Andrianus menerangkan, bahwa terkait pemanggilan para pihak Kades Gintangan Hardiyono sesuai dengan laporan Masyarakat No. 001/Reg/LP/PP/Kab/16.11/I/2024, Hardiyono melanggar peraturan larangan pejabat pemerintah tidak boleh terlibat langsung dalam pemenangan peserta Pemilu 2024.
"Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) kabupqten Banyuwangi dengan tim sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) Bawaslu, yang terrdiri dari pihak Kepolisian dan Kejaksaan Negeri, mulai melakukan proses hukum terhadap laporan dugaan kepala Desa Gintangan,"cetusnya.
Lanjut kata Yansen, bahwa Kepala Desa Gintangan, tidak netral lantaran diduga mengikuti kampanye cawapres nomor 02, Gibran Rakabuming Raka, di Aula wisata AIL Karangbendo pada 10 Januari 2024 lalu.
“Setelah kita melakukan kajian atas laporan tersebut dan setelah syarat material formal terpenuhi terkait alat bukti dan saksi yang disertakan, kita mengundang secara patut dan meminta konfirmasi kepada pelapor. Hari ini, kita juga mengundang secara patut terlapor dan telah melakukan konfirmasi,” tegas yansen ketua Bawaslu Banyuwangi.
Bahkan yansen juga menyebutkan, Beberapa orang juga akan dihadirkan sebagai saksi terlapor, termasuk istri terlapor yang hadir dalam video terkait dugaan kampanye tersebut.
“Kita akan mengundang beberapa saksi termasuk istri dan orang yang mengambil video. Bahkan kita juga akan menyelidiki apakah ada pihak-pihak lain yang terlibat, meski tidak masuk dalam laporan,” tambahnya.
Sampai saat ini, Bawaslu masih dalam tahap pendalaman dan berencana untuk memanggil saksi-saksi yang terlibat. Selama proses ini, Bawaslu tetap menjunjung tinggi prosedur hukum yang berlaku.
“Kepolisian dan Kejaksaan juga turut berperan dalam menangani laporan ini dengan antusias. Hal ini diapresiasi oleh Bawaslu karena mempercepat penanganan kasus ini,” tandas Yansen.