YOUTUBE

PT BSI Tanam Terumbu Karang Keempat di GWD Banyuwangi Tutup Rangkaian HLH 2026

$rows[judul]
Peringatan hari lingkungan hidup PT BSI

“Harapan kami, semoga tingkat keberhasilan juga sama seperti tahun sebelumnya yang mencapai 90 persen. Terima kasih kepada PT BSI sudah melakukan transplantasi terumbu karang di Grand Watu Dodol, tahun ini menjadi tahun keempat,” katanya. 

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Banyuwangi, Anang Budi Wasono juga menyampaikan terima kasih kepada PT BSI karena telah melaksanakan rangkain kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026.

“Semoga kegiatan ini membawa dampak positif bagi ekosistem laut dan menjadikan terumbu karang menjadi rumah ikan yang nyaman,” ucapnya. 

Selain masalah terumbu karang, Anang turut mengingatkan bahwa saat ini masalah sampah juga menjadi masalah yang cukup serius. Dia mengajak seluruh masyarakat agar mulai peka bahwa membuang sampah di sungai ataupun langsung di laut akan merusak ekosistem yang ada di laut.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, Rudianto menyampaikan bahwa saat ini seluruh dunia menghadapi tiga krisis planet (triple planetary crisis) yang menentukan masa depan kehidupan umat manusia. Ketiga krisis tersebut adalah perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta polusi dan limbah. 

Baca Lainnya :

Rudianto melihat Banyuwangi sebagai kabupaten yang memiliki garis pantai paling panjang di pulau Jawa menghadapai tantangan dampak perubahan iklim yang begitu nyata. Salah satunya meningkatnya permukaan air laut. Dia pun mengajak semua pihak untuk memitigasi kondisi tersebut. Menurutnya, transplantasi terumbu karang merupakan salah satu langkah mitigasi dampak perubahan iklim.

“Transplantasi terumbu karang bukan sekadar menanam karang tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk keberlanjutan sumber daya laut sehingga membuat kesejahteraan bagi para nelayan di kabupaten Banyuwangi,” tuturnya. 

Tantangan perubahan iklim, lanjut Rudi, hanya dapat dihadapi melalui kolaborasi dari semua pihak, pemerintah, perusahaan, akademisi, komunitas dan masyarakat, hingga media. Tentunya yang mau berjalan bersama mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui aksi nyata di lapangan.