YOUTUBE

Ini Cerita Wanita di Jember Sebelum Tewas dan Mayatnya Tergeletak di Pinggir Sungai Warga Jember Digegerkan Dengan Penemuan Mayat Perempuan Bersimbah Darah

$rows[judul]
Polisi melakukan olah TKP penemuan mayat di Jember

Lantaran.com - Warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan mayat perempuan yang tergeletak di tepi sungai dengan kondisi bersimbah darah.

Mayat berjenis kelamin perempuan itu ditemukan tergeletak di tepi Sungai Keting, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, pada Senin  (13/11/23) pagi, akhirnya terungkap identitasnya.

Jasad yang diduga korban pembunuhan itu pertama kali ditemukan oleh seorang petani sekitar pukul 07.00 Wib dengan kondisi luka gorok di bagian lehernya.

Belum diketahui siapa pelaku dan apa motifnya. Karena polisi  masih melakukan penyelidikan atas kasus ini.

Diketahui mayat perempuan itu bernama Hasiyah (56).Korban bertempat tinggal di Jalan Krakatau Desa Kencong  Kecamatan Kencong.

Baca Lainnya :

Menurut salah satu kerabat korban, Lutfiah saat ditemui awak media menuturkan sebelum peristiwa dugaan pembunuhan terjadi.

Menurut Lutfiyah, sehari sebelum korban ditemukan meninggal, yakni pada Minggu (12/11/23) sekitar pukul 11.00 Wib, Ia sempat bertemu korban di rumah adiknya yang jaraknya berdekatan dengan rumah korban.

Saat itu, kata Lutfiyah, korban terlihat sedang bertengkar mulut lewat telpon dengan anak perempuannya. Gara-garanya si anak tidak ada di rumah dan  kedapatan sedang berkunjung ke rumah seorang pria teman dekatnya di Yosowilangun, Kabupaten Lumajang.

"Saya sambang (Berkunjung) ke saudara jadi kumpul. Dia (Korban) pas telpon-telponan marah ke anaknya. Karena dari pagi gak ada di rumah katanya dolan sama anak laki-lakinya ke tempat pria yang mau menikahi anak perempuanya," terang Lutfiyah.

Bahkan Lutfiyah sempat memperagakan adegan logat suara korban, dimana korban saat itu sedang cekcok mulut lewat telepon dengan sang anak.

"Koen laopo dolen nang wong lanang liyo koyok wong gatelen ae. Bahno tak parani koen yo. (Kamu ngapain main dengan laki-laki lain seperti orang kegatelan saja. Biar tak kemput kamu ya). Ternyata sampai di sana gak ketemu sama anaknya salipan di jalan," terang Lutfiyah.

Lutfiyah menjelaskan, korban yang seorang janda meninggalkan 2 anak laki-laki dan perempuan. Selama puluhan tahun korban tidak tinggal di rumah melainkan pergi merantau ke luar negeri  sebagai pekerja migran. Terakhir  bekerja di Surabaya sebagai pembantu rumah tangga. Katanya, korban sudah sebulan pulang ke rumah dan memiliki rencana akan kembali bekerja ke Surabaya.

"Terakhir saya ketemu (Korban) Minggu pagi. Malamnya sudah tidak bisa dihubungi (HP non aktif)," pungkasnya.

Baca Lainnya :

Kasus ini sekarang ditangani oleh aparat kepolisian Namun pihaknya enggan berkomentar karena penyelidikan belum selesai.