YOUTUBE

Ricuh !!! PMII Situbondo Aksi Desak DPRD terkait Kajian Tambang Ilegal

$rows[judul]
Mahasiswa PMII Situbondo demo di depan Gedung DPRD

Lantaran.com - Situbondo, Ratusan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Situbondo melakukan aksi di depan Gedung DPRD Kabupaten Situbondo. Selasa 5 Desember 2023 siang.

Aksi tersebut menyusul dua kali permintaan audiensi pertambangan ilegal yang marak terjadi di Situbondo. PC PMII bersama Komisi III DDRD Situbondo dua kali tidak terealisasi.

Dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Situbondo, hampir saja ricuh karena ratusan massa mendesak segera brigade kawat berduri yang ada di depan pintu gerbang Kantor DPRD dibuka.

Tidak hanya itu ratusan mahasiswa yang tergabung di organisasi PC PMII Situbondo, sempat membakar sebuah keranda jenazah sebagai bentuk kekesalan atas kinerja komisi III DPRD Situbondo yang tak kunjung segera menemui para aksi tersebut.

Suasana yang sempat hampir memanas menjadi kondusif setelah perwakilan ketua Komisi III Johantono nampak keluar dari gedung kantor DPRD dan mendengarkan langsung aspirasi di tengah-tengah ratusan mahasiswa yang tergabung di PC PMII Situbondo.

Baca Lainnya :

Suasana yang hampir memanas dapat terkendalikan karena para demonstran mendapatkan hasil kesepakatan dari pihak perwakilan Anggota DPRD Situbondo. Dan akhirnya para aksi membubarkan diri dengan tertib aman dan rapi.

Mohammad Faizi Ketua Umum PC PMII Situbondo mengatakan kepada awak aksi ini adalah buntut penolakan DPRD Komisi III untuk memfasilitasi audiensi dan meminta data terkait pertambangan di tolak .

“Ketika kami meminta hanya memberikan data 15 PT perusahaan, padahal data yang kami punya ada 65 perusahaan pertambangan yang ada di Kabupaten Situbondo” kata Mohammad Faizi.

Dirinya menjelaskan, aksi ini bukan dalam rangka menolak keberadaan tambang, Namun meminta pemerintah lebih tegas kepada perusahaan tambang yang mengeksplorasi tanpa ijin alias bodong.

“Sebenarnya yang menjadi tema besar PC PMII Situbondo melegalkan tambang yang ilegal, bukan mau menolak tambang tambang ilegal,” ucapnya.

Aksipun sempat memanas, lantaran mahasiswa ingin menerobos masuk ke Gedung Wakil Rakyat yang di pagari dengan kawat berduri.

Usaha menerobos gagal, mahasiswa membakar ban bekas diluar gedung. Fauzi juga menjelaskan rasa kekecewaannya terhadap kinerja sekretaris DPRD Komisi III yang menyatakan, jika audensi ini sebaiknya dicancel, karena pihak komisi III fokus kepada APBD karena APBD belum disahkan.

Sementara itu Anggota DPRD Komisi III Johantono dari fraksi PKB menilai apa yang menjadi gagasan mahasiswa adalah murni kepetingan masyarakat Situbondo dan itu menjadi cita-cita bersama.

Baca Lainnya :

“Dugaan yang sahabat sahabat PC PMII yang sudah diutarakan perlu kita tindak lanjuti, sehingga tidak adalagi aktivitas tambang yang diduga ilegal ini, dan saya kira ini menjadi dorongan kita sebagai anggota DPRD bagaimana kemudian semua pertambangan di kabupaten Situbondo ini, bisa aman dan nyaman tentunya,” jelasnya.

Terkait permintaan data pertambangan yang beroperasi di Situbondo, Johan berjanji akan memenuhi keinginan mahasiswa.

“Terkait permintaan data data yang diajukan sahabat sahabat PC PMII menjadi kajian kita semua nantinya,” pungkasnya.