YOUTUBE

Purna Tugas Ketua PC PMII, Kader PMII Uniba Lanjutkan Karir Rintis Usaha KulinerEks ketua PC PMII Banyuwangi, Dari Aktivis Pergerakan Menuju Pengusaha Muda Inspiratif

$rows[judul]
(Foto: M Hadad Alwi Nasyafiallah Kader PMII Universitas PGRI Mantan Ketua Cabang PMII Banyuwangi/Lantaran.com)

Lantaran.com,Banyuwangi-M. Haddadalwi Nasyafiallah, atau yang akrab disapa Nasa, merupakan salah satu figur muda Banyuwangi yang tumbuh dari dunia aktivis mahasiswa. Namanya dikenal luas saat mengemban amanah sebagai Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banyuwangi periode 2023–2024.

Selama memimpin PMII Banyuwangi, Nasa dikenal sebagai sosok yang komunikatif, terbuka terhadap perbedaan, serta konsisten mendorong penguatan kaderisasi dan solidaritas internal. Ia tidak hanya hadir sebagai pemimpin struktural, tetapi juga sebagai figur yang aktif membangun ruang dialog, memperkuat kebersamaan, dan menjaga nilai-nilai pergerakan tetap relevan dengan tantangan zaman.

Latar belakang aktivisme telah membentuk karakter menjadi Nasa pribadi yang adaptif dan visioner. Ia terbiasa membaca perubahan, mengambil keputusan dalam situasi kompleks, serta mengedepankan prinsip kebermanfaatan dalam setiap langkah. Bagi Nasa, kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan proses pembelajaran dan pengabdian yang berkelanjutan.


Pasca menuntaskan masa khidmatnya di PMII, Nasa menjalani fase baru dengan mentransformasikan nilai-nilai organisasi ke ruang pengabdian yang berbeda. Ia kini bergelut didunia bisnis dan berhasil mengawali kariernya sebagai owner Cafe Sukaria, sebuah kafe yang tidak hanya menawarkan beragam kopi dan minuman, tetapi juga mengusung konsep pemberdayaan UMKM dengan membuka ruang tenant bagi pelaku usaha lokal.

Baca Lainnya :

Ketekunannya dalam dunia bisnis juga ia tunjukkan lewat bisnis travel umroh yang saat ini sedang dalam tahap persiapan. Usaha ini ia gagas sebagai bentuk ikhtiar menghadirkan layanan ibadah yang amanah, profesional, dan terjangkau, khususnya bagi masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya.

Nasa dipandang sebagai representasi generasi muda yang mampu beradaptasi tanpa kehilangan arah. Dari ruang-ruang kaderisasi hingga ruang pengabdian yang lebih luas, ia menunjukkan bahwa perubahan peran tidak berarti meninggalkan nilai, melainkan memperluas cara memberi manfaat.

Perjalanan Nasa dari aktivis pergerakan ke pengusaha muda menjadi gambaran transformasi generasi yang terus bergerak. Dari ruang diskusi dan advokasi, kini ia melanjutkan pengabdian melalui sektor ekonomi dan layanan keumatan, dengan semangat yang tetap sama: tumbuh, berbagi, dan memberi arti.