![$rows[judul]](https://lantaran.com/asset/foto_berita/20250830_205058.jpg)
Lantaran.com,Bondowoso -Tantangan Kerukunan Umat Beragama Di Era Post dan Truth, yang diselenggarakan oleh Pengurus FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Provinsi Jawa Timur, yang digelar pada Sabtu 23 Agustus 2025, bertempat di Grand Padis Hotel Bondowoso.
Sosialisasi tersebut diikuti perwakilan 7 Pengurus FKUB Se- Tapalkuda diantaranya : Pemgurus FKUB Kabupaten Banyuwangi,Kabupaten Bondowoso,Kabupaten Situbondo, Kabupaten Jember, Lumajang, Kota Probolinggo dan Kabupaten Probolinggo yang masing-masing FKUB.
Setiap Kabupaten merekomendasikan sebanyak 6 orang peserta dari perwakilan 6 agama (Islam, Hindu, Krinten, Katholik, Budha dan Konghucu) yang dipimpin oleh Ketua dari 7 FKUB.
Sementara itu Selaku Narasumber, Bapak KH. Ainul Yakin, Pengurus FKUB. Propinsi Jawa Timur mengingatkan, kepada seluruh peserta agar lebih hati-hati dan waspada dalam menyikapi banyaknya berita hoax yang berkembang di Media Sosial yang diviralkan dan selalu diulang-ulang secara sistematis dan masif seolah-olah berita yang benar.
"Informasi hoax seperti itu telah memberikan pengaruh besar bahkan telah mengubah pola pikir dan sikap sebagian masyarakat kita. Ini salah satu tantangan yang harus dihadapi FKUB karena dapat mengganggu kerukunan umat beragama,"ungkapnya.
Menurutnya, Di era post seperti yang dicontohkan di atas, tentunya harus dilawan dikarenakan sangat berpengaruh dan bisa mengubah pola pikir, sikap dan tindakan sebagian besar masyarakat.
"kita tahu saat ini tidak bisa lepas dari hiruk pikuk negatif di dunia informasi di era teknologi melalui media sosial,"imbuhnya.
"Lalu pertanyaannya, bagaimana peran pengurus FKUB dalam memposisikan guna menyikapi berita-berita hoax seperti ini?,"tanya Ketua FKUB dalam sambutannya.