Lantaran.com,Banyuwangi- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banyuwangi melaksanakan kegiatan Bawaslu Goes to School sebagai upaya penguatan pendidikan politik dan pengawasan partisipatif di kalangan pelajar. Kegiatan ini menyasar generasi muda sebagai pemilih pemula agar memiliki pemahaman yang baik tentang demokrasi dan kepemiluan. Program ini menjadi bagian dari strategi pencegahan pelanggaran pemilu sejak dini.
Kali ini kegiatan "Bawaslu Banyuwangi Goes To School " digelar di sekolah SMK NU Kabat pada, Kamis 26 Februari 2026. Dihadiri perwakilan Komisioner didampingi jajaran Kesekretariatan Bawaslu Kab. Banyuwangi serta diikuti peserta siswa/siswi yang usianya 17 tahun atau disebut pemilih pemula atau orang yang pertama kali mencoblos.

Kehadiran Bawaslu disambut baik oleh kepala sekolah Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bawaslu Kabupaten Banyuwangi. Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan untuk membekali siswa dengan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kesadaran hukum sejak usia sekolah.
Bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa agar menjadi warga negara yang kritis dan berintegritas. Ia berharap kerja sama dengan Bawaslu tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Edukasi demokrasi, menurutnya, perlu dilakukan secara berkelanjutan. Sekolah menyatakan kesiapan mendukung program-program Bawaslu ke depan.

Untung Aprilianto Koordinator Divisi Penanganan pelanggaran data dan Informasi meyampaikan dalam pemaparannya materi tentang kepemiluan dan mengenal kan tentang Bawaslu sebagai lembaga penyelenggara pemilu.
"Peran pelajar dalam menjaga kualitas demokrasi. Ia menyampaikan bahwa generasi muda merupakan agen perubahan yang memiliki posisi strategis dalam menciptakan pemilu yang jujur dan adil,"papar Untung.