Lantaran.com,Banyuwangi-Karena termotivasi dengan Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas yang berhasil memimpin Banyuwangi, Putri Paramita Ciptasasari pemuda asal Desa Kebaman, Kecamatan Srono,mencalonkan diri berkompetisi Pemilu Tahun 2024.
Putri mengatakan memiliki mengagumi sosok bupati ipuk sudah lama sejak sebelum ipuk menjabat sebagai bupati.
"Saya kagum dengan ibu bupati Ipuk sebelum menjabat melanjutkan mantan bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang kini menjabat sebagai menteri,"
Putri menyampaikan dia mengagumi sosok Ipuk jadi tokoh inspiratif, dan sosok perempuan hebat yang menginspirasi di tambah lagi Ipuk juga seorang yang tanggap isu-isu sosial di Banyuwangi.
"Untuk menjadi seperti ibu ipuk tidak mudah pastinya, kekaguman saya juga tertuju responsif bu ipuk ketika ada persoalan Sosial. Tidak pandang bulu jika ade pejabat pemerintahan tidak melayani Masyarakat terkait kesejahteraan masyarakat,"cetus gadis tokoh pemuda Desa Kebaman ini.
Caleg No urut 6 dari partai PDi-Perjuangan itu mengungkapkan melihat beberapa keberhasilan Banyuwangi yang semakin berkembang pesat, dan menjadi salah satu kabupaten di provinsi Jawa Timur penuh dengan prestasi.
"Tentunya jika kita di posisi ibu ipuk tidak mudah,tapi dengan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab yang selalu menginspirasi,"
Inilah salah satu mendorong putri dan meberanikan diri maju sebagai Calon legislatif DPRD Kabupaten/kota di dapil II (Rogojampi, Blimbingsari Srono) di pemilu 2024 mendatang.
"Tidak hanya terinspirasi dengan sosoknya saja,tapi saya juga memilih partai yang sama dengan bu Ipuk partai berlambang Banteng PDI-Perjuangan,"
Putri mengaku meskipun dirinya tidak memiliki pengalaman tentang politik tidak mengurangi niatnya tetap selalu berjuang, dan mengabdikan dirinya untuk masyarakat.
"Soal nantinya jadi atau tidaknya itu urusan belakang, kalah dalam pemilu itu sudah biasa, tapi tetap jika nanti saya di takdirkan jadi terpilih. Saya akan berjuang serta mengawal aspirasi Masyarakat,"
Sementara itu, dalam berkampanye untuk mencari suara putri tetap mengikuti cara yang sesuai dan tidak melakukan pelanggaran black Campign seperti berkampanye politik dengan uang hanya demi mendapatkan banyak suara.
"Selama berkampanye saya tidak akan melanggar dan apa yang sudah diatur, dan tidak melakukan pelanggaran menghalalkan segala cara untuk mendapatkan suara,"
Maka dari itu Sejak ditetapkan tahapan pemilu oleh KPU, kegiatan kampanye saya kemas dengan kegiatan-kegiatan Sosial, sesuai dengan jurusan Putri saat dia Kuliah.
"Pada momentum ini tidak hanya menjadi salah satu peserta pemilu sebagai caleg, namun saya ingin belajar bermanfaat dan mengabdikan diri untuk Masyarakat, dan yang pasti Selalu berinovasi seperti Bu ipuk," pungkasnya.