Lantaran.com,Banyuwangi- program Penyaluran bantuan penanganan stunting di Banyuwangi yang telah rampung hingga tiga tahap pembagian tersebut merupakan program Stimulan dari Pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional Republik Indonesia (BPN -RI).
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Banyuwangi mengatakan, program Bantuan yang di serahkan kepada Keluarga Rawan Resiko (KRS) telah rampung pada Senin 06 November 2023.
"Alhamdulillah telah selesai bantuan pemerintah pusat dalam mengupayakan angka Stunting melalui BPN-RI Tahun 2023 di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Banyuwangi,"kata Henik Kadinsos Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Pemkab Gelontorkan 7 Miliar anggaran Stunting
Sementara itu,Henik menerangkan Pemerintah Banyuwangi melalui dinas Sosial terima dan telah menyalurkan sebanyak 15.445 warga penerima Bantuan pangan Penanganan Stunting tahun 2023 kepada Badan Pangan Nasional Republik Indonesia (BPN-RI).
"Terkait penyaluran bantuan itu dari pusat, Sedang untuk Pemkab Banyuwangi juga mengalokasikan dalam upaya penanganan kasus Bayi Stunting di Bumi Blambangan, "jelasnya.
Henik menyebutkan bahwa Pemkab Banyuwangi mengalokasikan Rp 7 miliar untuk memberi tambahan nutrisi bagi ibu hamil berisiko tinggi (bumil risti) dan balita stunting.
"Tahun 2023 ini, Pemkab Banyuwangi mengalokasikan anggaran Rp 7 miliar untuk intervensi nutrisi ke ibu hamil risiko tinggi dan bayi di bawah dua tahun atau baduta guna mempercepat penurunan stunting,"sebutnya.
Lanjut kata Kadinsos, Untuk memonitor perkembangan balita stunting, kader posyandu atau dasa wisma dilibatkan. Mereka setiap harinya diminta mengunggah data nutrisi yang diterima sasaran dalam sebuah aplikasi Banyuwangi Tanggap Stunting.
"Penyaluran program yang diberikan oleh BPN-RI terkait data penerima (KRS) memang dari kita, dan tugas kita hanya ikut mengawasi bantuan sampai ke penerima," tegasnya.
Sedangkan dalam penanganan stunting, Banyuwangi telah mengidentifikasi data by name, by address, berikut faktor resikonya.