YOUTUBE

Non Tahapan Pemilu, Bawaslu Banyuwangi Fokus Edukasi Pendidikan Politik Ke Masyarakat

$rows[judul]
(Foto : Ketua Bawaslu Banyuwangi Adrianus Yansen Pale/Lantaran.com)

Lantaran.com,Banyuwangi - Menindaklanjuti Surat Edaran Bawaslu Republik Indonesia, Bawaslu Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2026 mulai mempersiapkan sejumlah agenda kegiatan pendidikan politik yang ditujukan kepada masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja Bawaslu yang menitikberatkan pada penguatan edukasi demokrasi dan pengawasan partisipatif.

Ketua Bawaslu Banyuwangi Adrianus Yansen Pale mengatakan, Bawaslu Banyuwangi berkomitmen menjalankan instruksi tersebut dengan menyusun perencanaan kegiatan pendidikan politik yang terarah, sistematis, dan berkelanjutan. 

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hak dan kewajiban sebagai pemilih, pentingnya partisipasi politik yang bertanggung jawab, serta peran aktif warga dalam mengawasi jalannya pemilu,"ungkap Adrian Ketua Bawaslu Banyuwangi saat dikonfirmasi, Kamis (22/01).

Ia menegaskan, Agenda pendidikan politik direncanakan menyasar berbagai elemen masyarakat, di antaranya pemilih pemula, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, perempuan, serta komunitas. 


Baca Lainnya :

( Dokumentasi Rapat Komisioner Jajaran Sekretariatan Bawaslu Banyuwangi Jadwal Pelaksanaan Kegiatan "Pendidikan Politik ke Masyarakat )

"Materi yang akan disampaikan meliputi nilai-nilai demokrasi, pencegahan politik uang, penolakan hoaks dan ujaran kebencian, serta tata cara pelaporan dugaan pelanggaran pemilu,"ujarnya .

Dalam pelaksanaannya, Bawaslu Banyuwangi akan mengemas kegiatan pendidikan politik melalui berbagai metode, seperti sosialisasi tatap muka, dialog interaktif, forum warga, sekolah pengawasan partisipatif, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi yang efektif dan menjangkau lebih luas.